Artikel Informasi Publik Artikel Informasi Publik Artikel Informasi Publik

Kabut Asap Mulai Selimuti Kelumpang Selatan, Warga Khawatir Dampak Karhutla Makin Meluas

Bagikan Ke :

Kabut asap mulai menyelimuti wilayah Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Kamis (3/9/2026) sore. Kondisi ini diduga merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur


KOTABARU, kalimantanprime.com
 – Kabut asap mulai menyelimuti wilayah Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Kamis (3/9/2026) sore. Kondisi ini diduga merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur.

Pantauan di wilayah Kecamatan Kelumpang Selatan, kabut asap mulai terlihat turun sekitar pukul 17.00 WITA. Suasana yang biasanya terlihat jelas mulai diselimuti kabut, sementara jarak pandang di sejumlah titik tampak mengalami penurunan.

Kemunculan asap tersebut membuat warga mulai waspada. Pasalnya, kondisi kabut asap tidak hanya berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan pengguna transportasi.

Warga Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kaswadi, mengatakan kabut asap mulai terlihat cukup jelas menjelang sore.

“Sekitar jam lima sore asap mulai turun. Kelihatan kabut dan suasana mulai berbeda dari biasanya,” ujar Kaswadi.

Menurutnya, warga mulai khawatir apabila kondisi tersebut terus berlangsung dan asap semakin tebal.

“Kalau asapnya semakin banyak tentu kami khawatir, apalagi kalau sampai masuk ke permukiman dan bertahan sampai malam,” katanya.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Bowo, salah satu operator speedboat yang beraktivitas di wilayah tersebut. Ia menilai kabut asap perlu menjadi perhatian karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan perjalanan.

“Kalau kabut asap tebal, jarak pandang bisa terganggu. Sebagai operator speedboat tentu kami harus lebih berhati-hati,” ungkap Bowo.»

Ia mengatakan kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas perjalanan, terutama jika kabut semakin pekat dan jarak pandang di jalur pelayaran semakin terbatas.

“Kami berharap asapnya tidak semakin tebal. Kalau jarak pandang berkurang, perjalanan tentu harus lebih hati-hati,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah dan tim terkait segera melakukan pemantauan terhadap titik-titik kebakaran yang diduga menjadi sumber asap serta mengambil langkah cepat apabila api masih terus berkobar.

Masyarakat juga meminta agar kondisi kualitas udara dan pergerakan kabut asap di wilayah Kelumpang Selatan turut dipantau, mengingat asap berpotensi meluas mengikuti arah angin.

Kemunculan kabut asap pada sore hari ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi masyarakat Kotabaru, khususnya wilayah yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Jika karhutla tidak segera dikendalikan, bukan tidak mungkin dampaknya semakin luas dan mengganggu aktivitas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi yang memastikan bahwa kabut asap yang masuk ke Kecamatan Kelumpang Selatan tersebut sepenuhnya berasal dari kebakaran di Kecamatan Pulau Laut Timur. Sumber dan luasan karhutla masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.(San)

Baca selengkapnya di
link : https://www.kalimantanprime.com/2026/09/kabut-asap-mulai-selimuti-kelumpang.html?m=1


Bagikan Ke :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait